Pemerintah Indonesia terus mendorong transisi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Salah satu dukungan besar datang dari Uni Eropa yang berkomitmen memperkuat investasi serta kemitraan untuk pembangunan transportasi berkelanjutan di Tanah Air. Komitmen ini dipertegas dalam acara Indonesia-Europe Roundtable on Sustainable Transport Development yang diselenggarakan oleh Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA), Uni Eropa, Pemerintah Jerman, dan KfW Development Bank. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah ajang RailwayTech Indonesia 2026 di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026. Bagi para pelaku industri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan sektor transportasi, memahami langkah-langkah untuk terlibat dalam pendanaan ini menjadi sangat penting.
Langkah pertama adalah memahami arah kebijakan investasi Uni Eropa melalui strategi Global Gateway. Menurut Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, transportasi berkelanjutan merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas, serta transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia. Melalui strategi Global Gateway, Uni Eropa berupaya memobilisasi investasi berkualitas, membagikan keahlian dari Eropa, serta membangun kemitraan untuk menghadirkan infrastruktur transportasi yang modern, tangguh, dan rendah karbon. Para pengembang proyek lokal perlu menyelaraskan rencana infrastruktur mereka dengan prinsip-prinsip ini agar dapat menarik perhatian investor Eropa.








