Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) secara konsep dirancang sebagai model pemagangan yang bertujuan menjembatani masa transisi bagi para lulusan kedokteran. Fase ini sangat krusial karena menghubungkan masa pendidikan akademik dengan praktik mandiri di masyarakat. Melalui program ini, para dokter baru diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja klinis.
Namun dalam pelaksanaannya, terdapat jurang pemisah antara konsep pemagangan dan kenyataan di lapangan. Para dokter muda ini memikul tanggung jawab klinis secara langsung terhadap pasien. Mereka juga dituntut bekerja dalam sif yang panjang dengan intensitas tinggi. Kendati beban tugas yang ditanggung menyerupai pekerja penuh waktu, para peserta program ini belum mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan yang menyeluruh.
Kondisi kerja tersebut belakangan menjadi sorotan tajam menyusul terjadinya tragedi di sektor kesehatan








