Short Description

Magetan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur bagian barat yang berbatasan dengan kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kabupaten Magetan salah satu kabupaten yang beriklim relatif sejuk karena letaknya di lereng atau kaki Gunung Lawu. Hal tersebut menjadi salah satu faktor banyaknya peternak ayam petelur di Magetan.

Para peternak mayoritas mengambil bibit ayam petelur yang siap bertelur dari luar daerah, sehingga harganya lumayan mahal. Hal yang membuat harga lebih mahal diantaranya adalah faktor transportasi dan perlengkapan lainnya. Kami sudah cukup lama menjalankan usaha pembesaran DOC Pullet (ayam petelur) yakni sejak tahun 2013 sebagai cikal bakal PT Mitra Asmoro Farmindo (MAFI). Secara umum, pembesaran DOC ayam petelur mempunyai resiko usaha lebih rendah dan potensi hasil yang masih cukup tinggi dibanding dengan pembesaran DOC ayam pedaging.

Berdasarkan hal tersebut kami melakukan ekspansi usaha dengan ikut  masuk ke dalam usaha produksi telur ayam di Magetan.

Sekilas tentang PT MITRA ASMORO FARMINDO

  • Sebelumnya kami sudah menjalankan usaha pembesaran ayam DOC Petelur berkapasitas ±7.500 ekor yang sudah beroperasi sejak 2013, dan berpotensi ditingkatkan kapasitas dan kualitas kandang ke depannya.
  • Kami juga sudah melakukan uji coba bisnis peteluran dengan kapasitas kandang ayam 160-200 ekor sejak tahun 2017.
  • Kami kemudian membangun dan mengoperasikan kandang layer 1 (L1) dengan kapasitas 1140 ekor ayam untuk produksi telur sejak awal 2020.

Slot Pendanaan
Rp. 300.000.000

Estimasi Imbal Hasil
ROI +/- 13%

Periode Kontrak
12 bulan

Investasi mulai dari
Rp. 100.000

Unduh File ini untuk lebih lengkapnya:
Dokumen Prospektus

Pembesaran DOC Ayam Petelur Oleh Kandang Mitra – MAFI

by Mitra Asmoro Farmindo

  • Rp300.000.000

    Funding Goal
  • Rp180.000.000

    Funds Raised
  • 0 Days to go
  • Target Date

    Campaign End Method
Raised Percent :
60.00%
This project has been invalid or not started yet.
Magetan, Jawa Timur, Indonesia

Mitra Asmoro Farmindo

5 Campaigns | 0 Loved campaigns

See full bio

Campaign Story

Rencana Penggunaan Dana:

  1. Kebutuhan dana yang diperlukan berdasarkan kebutuhan bahan baku yaitu sekitar Rp 300 Juta.
  2. Dana tersebut akan digunakan untuk menggantikan modal usaha yang selama ini menggunakan hutang dari badan usaha.
  3. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional kandang dengan kapasitas ayam 7,000 – 7,500 ekor seperti DOC, vaksinasi dan pakan.
  4. Bagi hasil antara pengelola dan investor sesuai kesepakatan setiap 1 siklus panen (± 4 bulan) dengan mengambil selisih harga (marjin) kebutuhan kandang antara pembayaran secara hutang dan cash.

Modal dan Akad Kerjasama

  1. Investasi minimum Rp 100,000 hingga total investasi Rp 300 juta terpenuhi.
  2. Pengelola menanggung biaya operasional lain yang tidak termasuk detil kebutuhan dana untuk bahan baku sebagai partisipasi investasi dan apabila biaya kebutuhan bahan baku tersebut lebih tinggi dari Rp 300 juta karena kenaikan harga.
  3. Bagi hasil dan resiko adalah 20% pengelola (owner) dan 80% penyedia modal (investor termasuk pengelola jika melebihi 300 jt) dihitung dari marjin selisih pembelian bahan baku antara pembayaran secara hutang dan cash setiap siklus panen yakni ± 4.3% setiap sekitar 4 bulan (± 13% per tahun).

Kondisi Saat Ini

  1. Saat ini kami memiliki 5 kandang kemitraan (kemungkinan bisa bertambah) dengan kapasitas mulai 500 hingga 2500 ekor.
  2. Kandang mitra kami mayoritas bertempat di Desa Sambirembe, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
  3. Kandang mitra kami berdiri di tanah milik sendiri dan terletak di area pesawahan, sehingga aman dari pemukiman warga.
  4. Kami sudah membuka kemitraan dengan peternak lokal yang berkapasitas kecil selama 1 periode masa panen.
  5. Model kerjasama normal sebelumnya bahwa sebuah kandang akan kerjasama dengan sebuah badan usaha (BU) untuk modal usaha secara hutang meliputi penyediaan DOC dan kebutuhan operasional, kemudian hutang akan dibayar ketika hasil panen dipasarkan.

Mengapa investasi pada project MAFI?

  1. Usaha pembesaran Pullet Petelur telah berjalan sejak tahun 2013 dan target kematian ayam rata-rata di bawah 7% dari total populasi.
  2. Sistem kerjasama bagi hasil antara pengelola dan badan usaha menjamin pasokan bahan operasi yaitu DOC, pakan, vaksin dan lain sebagainya. Pengelola juga membantu penjualan hasil panen, serta pembinaan usaha sehingga mengurangi resiko.
  3. Resiko investor (penyedia modal) relatif aman karena kerjasama antara pengelola dan investor berdasarkan untuk memperoleh harga bahan baku yang lebih murah, dimana perjanjian kerjasama bagi hasil berdasar selisih (marjin) antara pembelian bahan secara hutang dan pembayaran cash.

Kandang Utama MAFI

 

Kondisi Kandang Mitra